Ashabul Fil

KISAH ASHABUL FIL

Allah SWT berfirman ,

ashabul fil/ashabul fiil

”Tidaklah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Rabbmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah ? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia ? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang di bakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat), “ (QS. Al-Fil [105]: 1-5).

Ashabul Fil atau pasukan gajah adalah bala tentara Abrahah bin al-Asram al-Habasyi, memerintah Yaman setelah Yususf Dzu Nuwas. Raja ini berangkat menuju ke Mekah al-Mukarramah untuk menghancurkan Ka’bah pada tahun 571 M, tahun di mana Rasulullah SAW dilahirkan. Dengan maksud supaya dia bisa mengalihkan perhatian bangsa Arab dari Ka’bah ke gereja Qullais, yang dia bagun di San’a.

Di bagian terdepan dari pasukan gajah yang sangat besar. Sebuah riwayat menyebutkan, ketika Abrahah bersiap-siap memasuki Mekah al-Mukarramah dan menyiapkan gajah yang besar ini untuk melakukan perjalanan, tiba-tiba gajah itu duduk menderum. Lalu Abrahah dan pasukanya berusaha menyuruh berdiri, tapi mereka tidak mampu membuatnnya beranjak dari tempat duduknya. Kemudian mereka menghadapkan ke arah Syam (Syiria), gajah itupun berlari. Setelah itu, mereka mengarahkanya ke Yaman, sang gajah itupun melaju. Tapi ketika di arahkan Mekah, gajah itu tidak mau beranjak.

Di dekat Mekah al-Mukarramah, Abrahah dan bala tentanranya merampas harta msyarakat Arab. Di  antara harta yang dirampasnya itu adalah unta milik Abdul Muthalib bin Hasyim, kakek Rasulullah SAW. Ketika Abdul Muthalib meminta unta tersebut kepada Abrahah, Abrahah terkejut kaget seraya berkata, “Apakah hanya untuk dua ratus ekor ini engkau menemuiku, sementara engkau tinggalkan sebuah rumah yang menjadi agamamu dan nenek moyangmu. Kini aku datang untuk menghancurkanya, apakah engkau tidak akan membicarakanya kepadaku?”

Abdul Muthalib pun berucap, “Sesungguhnya aku adalah pemilik unta ini, dan sesungguhnya rumah itu sudah memiliki Pemiliknya sendiri yang akan melindunginya darimu.”

Yang menjadi penunjuk jalan bagi Abrahah dan pasukannya adalah seorang penghianat, yang bernama Abu Righal. Sampai sekarang, masyarakat Arab masih biasa melempari kuburanya yang terletak di Mughammas dengan batu. Satu tempat yang terletak di jalanan menuju ke Tha’іf.

Allah SWT mengirimkan burung-burung Ababil (serombongan demi serombongan), untuk melempari pasukan Abrahah dengan batu yang terbuat dari tanah liat yang sudah terbakar. Lalu dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang di makan ulat. Sebab, menghembuskanya ke kanan dan ke kiri sehingga bertebaran ke mana-mana.

VN:F [1.9.22_1171]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.22_1171]
Rating: +1 (from 1 vote)

Ashabul Fil, 10.0 out of 10 based on 1 rating

Incoming search terms:

burung ababil,kisah ashabul fiil

This Post Has 0 Comments

Leave A Reply