Jumlah Mufidah

Jumlah Mufidah

Jumlah Mufidah adalah susunan ata gabungan dari beberapa kata yang mempunyai arti sempurna. Contoh :

jumlah mufidah/kitab nahwu sharafDia sakit                                                                  :               هُوَمَرِيْضٌ

Engkau seorang guru                                            :           أَنْتَ أُسْتَاذٌ

Ia sedang menulis di papan tulis                        :           هُوَ يَكْتُبُ عَلَى السَّبُوْرَةِ

Engkau sedang membaca al-Qur’an                  :           أَنْتَ تَقْرَأُ الْقُرْآنِ

Keterangan :

Jumlah mufidah dalam bahasa arab disebut     كلام  , atau kalimat sempurna dalam bahasa Indonesia. Yaitu gabungan dari beberapa kata yang mengandung arti sempurna, terdiri dari subyek dan predikat ( S dan P ).

Lafadz   اكتب  di sebut satu jumlah sekalipun terdiri dari satu kata, karena mempunyai arti ; tulislah oleh kamu. Demilian juga dengan lafadz   إِقْرَأْ   : bacalah ,   إِجْلِسْ  : duduklah  ,  إِسْمَعْ  : dengarkanlah.

Sementara lafadz     مِنَ الْمَدْرَسَةِ  : dari sekolah , sekalipun terdiri dari dua kata , tidak bias di sebut jumlah mufiidah / kalimat sempurna karena pengertianya belum lengkap atau tidak sempurna.

Pembagian jumlah mufidah

Jumlah mufidah terbagi menjadi dua bagian :

  1. Jumlah ismiyyah adalah jumlah yag di awali dengan isim.

Contoh  :

Ali sakit                                                      :           عَلِيٌّ مَرِيْضٌ

Ahmad bepergian                                     :           أَحْمَدُ مُسَافِرٌ

Ayah Sedang membaca al-quran           :           أَبِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

  1. Jumlah fi’liyyah adalah jumlah yang di awali fi’il.

Contoh :

Telah sakit Ali                                                     :           مَرِيضَ عَلِيُ

Telah Bepergian Ahmad                                   :            سَافَرَ أَحْمَدُ

Sedang membaca Ayahku Al-Quran              :           أَبِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Penjelasan tentang jumlah mufidah

Jumlah Mufidah :

Susunan kalimat sempurna / jumlah mufidah dalam bahasa arab terdiri dari dua pola  :

  1. Kalimat yang tersusun dari subyek + predikat. Di sebut dengan jumlah Ismiyyah.
  2. Kalimat yang tersusun dari predikat + subyek . Di sebut dengan Jumlah Fi’liyah.

Susunan kalimat diatas tidak dikenal dalam istilah bahasa Indonesia. Dalam proses menerjemahkan kedalam bahasa Indonesia tetap di dahulukan subyek daripada predikat. Contoh :

Rasulullah telah bersabda               :           قَالَ رَسُوْلُ اللهِ

Aisyah telah keluar                         :           خَرَجَتْ عَائِشَةُ

Sementara jika mau menerjemahkan ke dalam bahasa arab, seperti : “ ayahku sedang shalat di masjid” . Bisa di tulis dengan dua pola, yaitu :

أَبِيْ يُصَلِّى فِيْ الْمَسْجِد         atau      يُصَلِّى أَبِيْ فِيْ الْمَسْجِدِ

Demikian sedikit penjelasan tentang jumlah mufidah.

Incoming search terms:

kitab nahwu,jumlah mufidah,Ilmu Nahwu,Nahwu,apa yang dimaksud dengan jumlah mufidah,jumlah lafadz dakwah dalam al quran,contoh contoh mufidah,jumlah mufidah adalah,Makalah Mufidah,mufidah adalah

Speak Your Mind

*