Kepribadian Muhammad Rasululloh SAW

Uswatun Hasanah Dalam Sifat Dan Kepribadian Muhammad Rasulullah SAW

Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya.

Kepribadian secara umum

Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Zaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai “baik” atau “buruk” karena bersifat netral.

A.SIFAT ANGGOTA BADAN NABI SAW.
“Rasululloh saw. Adalah seorang yang diagungkan, mukanya bercahaya seperti bulan malam empat belas (bulan purnama), lebih tinggi dari yang sedang dan lebih pendek dari yang sangat tinggi, kepalanya besar, rambutnya tersisir, jika rambutnya dibelah, terbelahlah, (separo kekanan dan separoh kekiri), dan jika tidak, panjang rambutnya tidaklah melebihi daun telinganya. Cahaya air mukanya terang, dahinya luas, anak rambut dikeningnya tipis, sempurna, dan nyaris bersambung diantara keduanya.
Kepribadian-Muhammad-Rasulullah

Kepribadian-Muhammad-Rasulullah

Orang yang memperhatikannya menyangka bahwa batang hidungnya tinggi, janggutnya tebal, pipinya tidak cekung, mulutnya luas, giginya terbelah-belah, rambut dadanya halus, lehernya seakan-akan berukir perak, jernih dan berkilau, badannya tegap dan berisi, perut dan dadanya rata, jarak kedua bahunya jauh, tulang kepalanya besar, seluruh badannya terang, antara dada dan pusatnya disambungkan oleh rambut yang panjang laksana garis yang lurus, kedua susunya dan perutnya tidak berambut, selain dari rambut yang lurus dari tenggorokan ke-pusatnya. Kedua hastanya banyak rambut, tulang hastanya, telapak kakinya luas, uratnya lurus, kedua telapak tangan dan kakinya tebal, panjang dan lebar ujungnya, lekuk kedua kakinya rata dan keduanya halus, keduanya cepat kering bila basah terkena air, jalannya tegap, condong dan lurus kemuka, beliau berjalan dengan lemah lembut dan cepat. Bila berjalan, seolah-olah menurun (karena cepat dan tegapnya), dan bila ia berpaling, berpalinglah seluruh badannya, beliau selalu menundukan pandangannya dan selaulu melihat kebawah, lebih lama dari melihat keatas, pandangan matanya tajam, beliau suka berjalan dibelakang sahabatnya, dan suka mendahulukan salam kepada orang yang menjumpainya.” (HR Tirmidzi)

Kebersihan Badan Nabi saw.
1. Nabi menyukai harum-haruman “Belum pernah aku mencium minyak anbar dan kasturi yang lebih harum dari Rasulullah saw.” (HR Bukhori, Muslim, Abu Daud dan Tirmidzi dari Anas bin Malik ).
2. Keringat Nabi saw. “Tidaklah Nabi saw. berjalan melalui satu jalan saja, kemudian datang seorang mengikuti beliau. Orang mengetahui bahwa beliau sedang berjalan-jalan adalah dari bau keringat baliau.” (HR ad-Darimi dari Jabir r.a)
3. Nabi saw. Menyukai wangi-wangian. “Aku berikan kepada Nabi saw. wangi-wangian yang paling beliau sukai sehingga saya lihat minyak wangi mengkilap di kepala dan janggut beliau.” (HR Bukhori dari Aisiyah r.a)
4. Nabi saw. suka meminyaki tubuhnya. “Rasulullah saw. pernah meminyaki tubuhnya dengan nurah. Setelah selesai, beliau bersabda “Hai kaum Muslimin, pakailah nurah karena nurah semacam minyak untuk meminyaki tubuh dan bersih, dan sesungguhnya dengan minyak itu Allah melenyapkan kotoran-kotoranmu dan bulu-bulumu.” (HR Ahmad dari Aisyah r.a)
5. Nabi saw. bercelak. “Nabi saw, mempunyai alat celak yang beliau gunakan untuk bercelak tiga kali tiap malam, tiga kali waktu ini dan tiga kali waktu itu (tiga kali pada mata kanan dan tiga kali pada mata kiri).” (HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abas).
6. Nabi saw, suka mendandani rambut. “seorang laki-laki mengintai dari celah dinding rumah Nabi saw. sedang beliau menyisir dengan sisir.” (HR Bukhori dari Sahal bin Sahal bin Saad r.a)
7. Nabi saw.suka memelihara jenggot
8. Nabi saw.suka membersihkan gigi
9. Nabi saw.suka membersihkan anggota badan yang lainnya.
Kepribadian Rasulullah Saw
Rasulullah  Saw adalah seorang pemaaf
Siapa yang membaca dan meniliti sejarah kehidupan orang-orang besar dan para pemimpin yang telah meraih kemenangan setelah mengalami kekalahan, dia akan mendapati pada diri mereka satu sifat yang di miliki oleh mereka semua, tidak ada yang selamat dari sifat tersebut kecuali para Nabi yaitu sifat pembalasan dendam.
Akan tetapi Rasulullah Saw telah memberikan satu contoh yang sangat ideal ketika telah meraih kemenangan, walaupun beliau telah terusir dari Mekkah dan tertahan semua harta bendanya dan teraniya oleh penduduk mekkah dengan penganiyaan yang sangat pedih di permulaan kenabian beliau, akan tetapi setelah beliau meraih kemenangan, jiwanya yang agung dan akhlaknya yang  mulia tidak memperkenankan untuk membalas dendam, bahkan beliau memaafkan setiap yang telah menzaliminya dan memaafkan setiap orang dengan pemaafan yang umum, sementara beliau mampu untuk membalas dendam kepada mereka dengan pembalasan yang pedih.
Beliau bersabda kepada mereka: “Pergilah kalian! Karena kalian bebas..”.
Demikianlah Islam telah mendidik Rasulullah Saw dan para pengikutnya dengan akhlak yang mulia ini, yang terbebas dari segala ikatan sifat egois. Bagaimana tidak, sementara kitabnya yang di turunkan kepadanya mengatakan:
“ Jadilah engkau pemaaf! Dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”. (QS. Al A’raaf: 199).
Rasulullah Saw adalah seorang yang menyukai kemudahan
Rasulullah Saw senang mempermudah urusan orang lain, dan tidak menyukai sikap keras terhadap orang lain dan mempersulit urusan mereka.
Beliau Saw bersabda kepada para pengikutnya: “gembirakanlah mereka dan jangan bersikap keras terhadap mereka, mudahkanlah mereka dan jangan persulit”.
Beliau juga bersabda: “sesungguhnya kalian di utus untuk mempermudah mereka, dan kalian tidak di utus  untuk mempersulit mereka”.
Akhlak Terpuji Rasulullah saw
Diantara keistimewaan yang di miliki Rasulullah saw adalah akhlaknya yang terpuji kepada kerabat dekat dan yang jauh, kepada teman dan musuh, inilah yang Nampak darinya secara adil.
Beliau menyambut seseorang dengan penyambutan yang baik yang tidak lepas dari senyuman di wajahnya, berkata dengan baik, membalas kejahatan dengan kebaikan, menghindari perkara-perkara yang tidak perlu.
Beliau mengajarkan umatnya bahwa sebaik-baik orang adalah mereka yang paling bagus akhlaknya, beliau bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling baik diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya”.
Bahkan beliau mengajarkan pengikutnya bahwa yang paling dekat tempatnya dengan beliau nanti pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya.
Beliau bersabda:
“Sesungguhnya orang yang paling aku sukai diantara kalian dan yang paling dekat tempatnya dengan saya nanti di hari kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya”.
Akhlak Rasulullah Saw yang terpuji tidak hanya untuk para pengikutnya saja, bahkan beliau juga melakukan hal yang sama terhadap musuh-musuhnya, ketika beliau di minta untuk mendoakan orang-orang musyrik beliau bersabda:
“Sesungguhnya saya tidak di utus sebagai pelaknat, tapi saya di utus sebagai pembawa rahmat (kasih sayang)”.

Incoming search terms:

kepribadian nabi muhammad SAW

Speak Your Mind

*