Kesempurnaan Iman Seseorang

Kesempurnaan Iman:

Cinta yang sempurna kepada Allah I Rasul-Nya memberikan konsekuensi adanya sesuatu yang dicintainya. Apabila cinta dan bencinya hanya karena Allah, yang keduanya adalah amal ibadah hati, dan pemberian dan tidak memberinya hanya karena Allah, yang keduanya adalah amal ibadah badan, niscaya hal itu menunjukkan kesempurnaan iman dan kesempurnaan cinta kepada Allah.

iman-kepada-kitab-allah

iman-kepada-kitab-allah

Dari Abu Umamah, dari Rasulullah r bersabda, “Barang siapa cinta karena Allah, memberi karena Allah, dan melarang karena Allah I, niscaya dia telah menyempurnakan iman.” HR: Abu Daud

Termasuk Perkara-Perkara Keimanan

Cinta kepada Rasulullah:

Dari Anas bin Malik, ia berkata, ‘Rasulullah bersabda, ‘Tidak beriman (sempurna) seseorang di antara kamu sehingga aku lebih dicintainya dari pada ayahnya, anaknya, dan menusia sekalian.” Muttafaqun ‘alaih.

Mencintai kaum anshar:

Dari Anas, dari Nabi, beliau bersabda, “Tanda iman adalah mencintai kaum anshar dan tanda kemunafikan adalah membenci kaum anshar.”Muttafaqun ‘alaih

. Mencintai orang-orang yang beriman:

Dari Abu Hurairah, ia berkata, ‘Rasulullah r bersabda, ‘Kamu tidak bisa masuk surga sehingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman sehingga kaum saling mencintai. Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang apabila kaum lakukan niscaya kalian saling mencintai, tebarkanlah salam di antara kamu.” HR. Muslim

Mencintai saudaranya sesama Islam:

Dari Anas bin Malik, dari Nabi, beliau bersabda, “Tidak beriman (sempurna) seseorang kamu sehingga dia mencintai saudaranya –atau tetangganya- apa yang dia cintai untuknya dirinya.” Muttafaqun a’alaih

Mencintai tetangga dan tamu, serta tidak bicara kecuali tentang yang baik:

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah, beliau bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya.” Muttafaqun ‘Alaih.

Memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar:

Dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian melihat yang mungkar (yang dilarang agama) hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya) dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka (hendaklah dia merubahnya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” HR. Muslim.

Nasehat:

Dari Tamim ad-Darimi, bahwasanya Nabi r bersabda, ” Agama adalah nasehat.’ Kami bertanya, ‘Untuk siapa?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allah I, kitab-Nya, rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat Islam secara umum.” HR. Muslim.

Incoming search terms:

kesempurnaan iman seseorang,kesempurnaan iman,menyempurnakan iman seseorang

Speak Your Mind

*