Metode Dakwah Islam

Macam – macam metode dakwah islam

Metode dakwah islam sudah saya tulis pada kesempatan yang lalu namun karena masih di anggap masih di perlukan maka saya tulis lagi untuk yang ke sekian kalinya. Secara umum metode dakwah islam adalah dengan pebuatan , ucapan dan dengan hati, seperti yang dalam sebuah riwayat Nabi mengatakan bahwa ketika kita melihat suatu kemungkaran kita supaya merubah dengan tangan kita ( dengan perbuatan kita ) kalau tidak mampu maka dengan lisan kita ( titip pada orang lain agar memberikan nasihat ) kalau tidak mampu maka dengan hati kita ( hatinya ingkar akan kemungkaran tersebut ).

metode-dakwah-rasulullah

metode-dakwah-rasulullah

Nah metode dakwah islam dari Rasulullah itu perlu benar-benar kita praktekan agar hasilnya bisa maksimal, secara umum saya melihat ketika kita melihat suatu kemungkaran banyak yang tidak peduli, tidak mau menasihati sehingga kemungkaran akan terus berkembang sebagiamana yang yang di katakan Rasulullah tahun yang akan datang lebih jelek daripada tahun sebelumnya, nah itulah bagian dari ketidak pedulian umat kepada sesama sehingga kerusakan ada di mana-mana.

Metode Dakwah Lisan Dengan Lisan

Metode dakwah dengan lisan [ billisan ], maksudnya dengan kata-kata yang lemah lembut, yang dapat difahami oleh mad’u, bukan dengan kata-kata yang keras dan menyakitkan hati.

Billati Hiya Ahsan (debat yang terbaik).

Pada penafsiran yang lebih terperinci, akan didapati perbezaan pendapat di kalangan para mufasir. Akan tetapi, perbezaan itu sesungguhnya dapat dihimpun (jama’)” dan diletakkan dalam aspeknya masing-masing. Perbezaan itu dapat dikategorikan menjadi tiga aspek.

1. Dari segi cara (uslûb), sebagian mufasir menafsirkan jidâl billati hiya ahsan sebagai cara yang lembut (layyin) dan lunak (rifq), bukan dengan cara keras lagi kasar.

2. Dari segi topik (fokus) debat, sebagian mufasir menjelaskan bahwa jidâl billati hiya ahsan sebagai debat yang dimaksudkan semata-mata untuk mengungkap kebenaran pemikiran, bukan untuk merendahkan atau menyerang peribadi lawan debat.

3. Dari segi hujjah, sebahagian mufasir menjelaskan bahawa hujjah dalam jidâl billati hiya ahsan mempunyai dua tujuan sekaligus, yaitu untuk menghancurkan hujjah lawan (yang batil) dan menegakkan hujjah kita (yang haq).

Contoh:  Ulama’ berdiskusi untuk membahas masalah yang kurang jelas hukumnya .

Incoming search terms:

metode dakwah islam yang benar,artikel konsep dakwah islam,contoh karya tulis tentang metode dakwah rosul,Contoh Konsep dakwah,contoh konsep dakwah islam,contoh makalah metode dakwah islam yang benar,metode dakwah islam yang baik,POSTINGAN TENTANG DAKWAH

Speak Your Mind

*