Pendidikan Anak Dalam Islam

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Dalam Islam

Ayah-bunda yang saya muliakan, utamakanlah pendidikan agama untuk anak-anak kita. Bukan berarti mengesampingkan ilmu dunia, namun yang perlu kita ingat kembali ilmu apa yang seharusnya jadi prioritas untuk kita ajarkan dan dimiliki oleh anak.

pendidikan-anak-anak-dalam-islam

pendidikan-anak-anak-dalam-islam

Sebagaimana diriwayatkan dalam Al-Hadits, Rasulullah SAW bersabda:
Ilmu (yang wajib dicari) ada tiga, selainnya adalah kefadlolan (tambahan) yaitu: ayat yang dijadikan hukum (Al-Qur`an), sunnah yang tegak (Al-Hadits) dan ilmu pembagian waris yang adil.

Oleh karena itu, ayah-bunda yang bijaksana, jangan sampai anak-anak kita pandai dalam ilmu duniawi namun lemah dalam ilmu akhirat. Terlebih Allah SWT tidak menyukainya, sebagaimana Sabda Rasulullaah SAW:
Sesungguhnya Allah Yang Maha Luhur murka pada tiap-tiap orang yang pandai ilmu dunia yang bodoh dalam ilmu akhirat.

Adapun dalam mengutamakan pendidikan agama, yang harus dilakukan orang tua kepada anaknya, antara lain:
Memantapkan akidahnya (keimanannya).
Iman kepada Allah, iman kepada malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada qodar baik maupun buruk semua dari Allah, adalah merupakan akidah yang benar sebagai modal dasar bagi anak dalam mengarungi kehidupannya. Tanpa akidah yang kuat, anak tidak akan mampu memagari dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif.

Dengan akidah yang kuat, ketahanan keimanan anak juga akan kuat. Oleh karena itu dari sejak kecil orang tua sudah harus mengenalkan dan menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, cinta kepada Rasulullah dan cinta kepada orang-orang yang shalih, senang dengan kisah-kisah teladan para nabi, shahabat Nabi dan ulama` shalih, serta senang mendatangi majelis ilmu. Orang tua itu ibarat arsitek yang seharusnya memiliki rencana dan strategi ke depan anaknya mau dijadikan seperti apa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya atas fithroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya lah yang menjadikan anak itu yahudi, nashrani atau majusi. Jika kedua orang tuanya islam, maka seharusnya anaknya juga islam.

Tentu semua orang tua menginginkan anaknya jadi anak yang sukses, bahagia dunia-akhirat. Mayoritas orang tua menganggap hal terpenting saat ini adalah memikirkan masa depan anak. Anak harus jadi dokter, tentara, polisi, pejabat dan berbagai profesi duniawi lainnya. Hal ini tidak salah, hanya saja seandainya orang tua tahu, dengan dibekali akidah sejak kecil, saat dewasa nanti bukan hanya jadi dokter, melainkan juga jadi dokter yang alim dan berjiwa penyayang; bukan hanya jadi tentara dan polisi, melainkan juga jadi tentara dan polisi yang alim dan berakhlak mulia; bukan hanya jadi pejabat, tapi juga jadi pejabat yang alim, jujur dan amanah. Otomatis jika anak sudah ditanamkan akidah dari kecil, sebagai anak yang shalih dan shalihah akan membalas budi baik dan membahagiakan orang tuanya di dunia sampai akhirat. Terlebih Allah SWT sudah memberi gambaran keutamaan memiliki anak-anak yang shalih dan shalihah. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT:

Dan orang-orang yang beriman dan anak-anaknya mengikuti mereka dengan keimanan, maka Kami akan menyusulkan anak turun mereka kepada derajat mereka di surga. Dan Kami tidak mengurangi pahala anak mereka (orang tua) sedikit pun. Setiap orang digadaikan dengan perbuatannya. Surat At-Thuur 21
Dan sabda Rasulullah SAW:

Sesungguhnya seorang laki-laki niscaya diangkat derajatnya di surga, maka dia bertanya, ”Bagaimana ini?” Maka dijawab, ”Sebab permohonan ampunan anakmu bagimu.”
Ketika manusia telah meninggal, maka putuslah semua amalannya kecuali tiga perkara: shodaqoh yang mengalir, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shalih yang mendoakan orang tuanya.

Incoming search terms:

cover pendidikan anak dalam islam,pendidikan anak islami

Speak Your Mind

*