Pengertian Iman Itu Apa

Pengertian iman

Pengertian iman banyak sekali di cari di dalam blog ini, namun kami belum sempat mengkaji lebih mendalam , maka untuk memenuhi kebutuhan atensi kami ambil unduh dari scribd.com , di bawah ini sedikit penjelasan mengenai pengertian iman :

1. Iman Kepada Allah Ta’ala

pengertian-iman-kepada-malaikat-allah

pengertian-iman-kepada-malaikat-allah

Iman kepada Allah adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Rabb dan Raja segalasesuatu, Dialah Yang Mencipta, Yang Memberi Rizki, Yang Menghidupkan, dan YangMematikan, hanya Dia yang berhak diibadahi. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dansegala jenis ibadah tidak boleh diberikan kepada selain-Nya, Dia memiliki sifat-sifatkesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan, serta Dia bersih dari segala cacat dan kekurangan.

2. Iman Kepada Para Malaikat-Nya

 Iman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat, yangdiciptakan dari cahaya. Mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah, adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Adapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka laksanakan.Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka melaksanakan tugas masing-masingsesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayatmutawatir dari nash-nash Al-Quran maupun As-Sunnah. Jadi, setiap gerakan di langit dan dibumi, berasal dari para malaikat yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah Azzawa Jalla. Maka, wajib mengimani secara tafshil (terperinci), para malaikat yang namanyadisebutkan oleh Allah, adapun yang belum disebutkan namanya, wajib mengimani mereka secara ijmal (global).

3. Iman Kepada Kitab-Kitab

 Maksudnya adalah, meyakini dengan sebenarnya bahwa Allah memiliki kitab-kitab yangditurunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya, yang benar-benar merupakan Kalam (firman,ucapan)-Nya. Ia adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak adayang mengetahui jumlahnya selain Allah. Wajib beriman secara ijmal,kecuali yang telahdisebutkan namanya oleh Allah, maka wajib baginya mengimaninya secara tafshil , yaitu Taurat,Injil, Zabur, dan Al-Quran. Selain wajib mengimani bahwa Al-Quran diturunkan dari sisi Allah,wajib pula mengimani bahwa Allah telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajibanserta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Quran merupakan tolok ukur kebenaran kitab-kitab terdahulu. Hanya Al-Quranlah yang dijaga oleh Allah dari pergantian danperubahan. Al-Quran adalah Kalam Allah yang diturunkan, dan bukan makhluk, yang berasaldari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

4. Iman Kepada Rasul-rasul

 Iman kepada rasul-rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah telah mengutus para rasuluntuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Kebijaksanaan-Nya telahmenetapkan bahwa Dia mengutus para rasul itu kepada manusia untuk memberi kabar gembiradan ancaman kepada mereka. Maka, wajib beriman kepada semua rasul secara ijmal sebagaimana wajib pula beriman secara tafshil kepada siapa di antara mereka yang disebutnamanya oleh Allah, yaitu 25 diantara mereka yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Quran. Wajib pula beriman bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi selain mereka, yang jumlahnya tidak diketahui oleh selain Allah, dan tidak ada yang mengetahui nama-nama merekaselain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Wajib pula beriman bahwa Muhammad shalalallahu alaihi wa salam adalah yang paling mulia dan penutup para nabi dan rasul,risalahnya meliputi bangsa jin dan manusia, serta tidak ada nabi setelahnya.

5. Iman Kepada Kebangkitan Setelah Mati

 Iman kepada kebangkitan setelah mati adalah keyakinan yang kuat tentang adanya negeriakhirat. Di negeri itu Allah akan membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik dankejahatan orang-orang yang berbuat jahat. Allah mengampuni dosa apapun selain syirik, jika Diamenghendaki. Pengertian alba’ts(kebangkitan) menurut syari adalah dipulihkannya badan dandimasukkannya kembali nyawa ke dalamnya, sehingga manusia keluar dari kubur sepertibelalang-belalang yang bertebaran dalam keadaan hidup dan bersegera mendatangi penyeru.Kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

6. Iman Kepada Takdir Yang Baik Maupun Yang Buruk Dari Allah Taala.

 Iman kepada takdir adalah meyakini secara sungguh-sungguh bahwa segala kebaikan dankeburukan itu terjadi karena takdir Allah. Allah ta’ala telah mengetahui kadar dan waktu terjadinyasegala sesuatu sejak zaman azali, sebelum menciptakan dan mengadakannya dengankekuasaan dan kehendak-Nya, sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya itu. Allah telahmenulisnya pula di dalam Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannya.Banyak sekali dalil mengenai keenam rukun Iman ini, baik dari segi Al-Quran maupun As-Sunnah. Diantaranya adalah firman Allah Taala: ´Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialahberiman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, dan nabi-nabi’(Al-Baqarah:177) ´Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran).´  (Al-Qomar: 49)Juga sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam dalam hadits Jibril: ´Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasulNya, dan hari akhir. Dan engkau beriman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk.(HR Muslim)

Speak Your Mind

*