Retorika Dakwah Islam

 

Retorika Dakwah Islam meliputi :

Dakwah dengan membaca teks itu sebaiknya di hindari, karena tidak ada kontak visual dengan audien, tetapi kalau itu terpaksa di lakukan maka persiapanya adalah , tulis dengan bahasa ceramah, ketiklah dengan huruf yang besar, berilah tanda intonasi, baca berulang-ulang sampai setengah hafal, latihan terus walaupun itu membosankan.

retorika-dakwah-islam

retorika-dakwah-islam

Nah kalau kita akan dakwah dengan hafalan sebaiknya itu di hindari sebab kontak visual semu dan berbahaya apabila lupa, nah saran saya adalah harus di hafalkan secara maksimal dan bayak latihan olah vokal dan visual. Kalau kita ingin dakwah dengan outline itu adalah pilihan terbaik namun sulit di lakukan untuk pemula, namun kalau kita ingin berusaha tips nya adalah :

1. Tulis naskah dengan lengkap

2. Ringkaslah menjadi outline untuk tampil

3. Banyak latihan didepan kaca

4. Rekamlah dan simak kembali

PENGERTIAN MENYIMAK

Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak. Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan.

“Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983)

Proses menyimak memerlukan perhatian serius. Ia berbeda dengan mendengar atau mendengarkan. Menurut pendapat Tarigan (1994:27), “Pada kegiatan mendengar mungkin si pendengar tidak memahami apa yang didengar. Pada kegiatan mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan, tetapi belum diikuti unsur pemahaman karena itu belum menjadi tujuan.” Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha untuk memahami bahan simakan. Oleh karena itu dalam kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, perhatian dan pemahaman, yang merupakan unsur utama dalam setiap peristiwa menyimak. Penilaiannya pun selalu terdapat dalam peristiwa menyimak, bahkan melebihi unsur perhatian.

Menyimak adalah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya”. (Sabarti –at all: 1992).

Apabila kita grogi ketika berdakwah atau ceramah itu wajar untuk pemula, untuk mengatasi itu maka kita harus mensugesti diri, persiapan yang matang dan banyak praktek simulasi dan riil.

 

Incoming search terms:

retorika dakwah

Speak Your Mind

*